Jumat, 07 Juni 2013

Sesungguhnya, ada perbedaan besar antara ‘abadi’ dan ‘kekal’...

...begini, meja di ruang tamu anda itu ‘abadi’. Dia tidak bisa dibunuh, tetapi suatu saat bisa musnah entah karena dimakan rayap atau bencana alam, anda tentu saja bisa memesan meja baru lainnya. Maka, meja ruang tamu anda bersifat ‘abadi’ dan bukan ‘kekal’. Yang ‘kekal’ adalah ide mengenai meja itu sendiri, dia akan terus hidup dan hadir di tataran entropi, tidak bisa dihancurkan atau dimusnahkan, dia akan terus berevolusi dengan logika perpetuasinya sendiri: meja dengan empat kaki, tiga kaki, dua kaki, satu kaki, atau tanpa kaki sekalipun. Namun kebenaran yang tak terbantahkan adalah bahwa dia tetap sebuah meja, meski hadir dalam begitu banyak paradigma; sebuah kekekalan yang utuh.

Pada akhirnya, keabadian hanya sanggup menawarkan repetisi, sementara kekekalan menciptakan makna.