Minggu, 29 November 2015

#Monolog 09


do I murder ‘us’
when I forget you from afar
too drunk on the poison of endless roads
and the countless smokey bars

do I murder ‘us’
by putting pavements in my veins
shooting in that special heroin
for the seeking and displaced

but tension is to be loved
when it is like a passing note
to a beautiful, beautiful chord


Opium of The Eye


So much can be said in a glance. Such ambiguous intensity, both invasive and vulnerable—glittering black, bottomless and opaque. The eye is a keyhole, through which the world pours in and a world spills out. And for a few seconds, you can peek through into a vault, that contains everything they are. But whether the eyes are the windows of the soul or the doors of perception, it doesn't matter: you're still standing on the outside of the house. Eye contact isn't really contact at all. It's only ever a glance, a near miss, that you can only feel as it slips past you. 

There’s so much we keep in the back room. We offer up a sample of who we are, of what we think people want us to be. But so rarely do we stop to look inside, and let our eyes adjust, and see what's really there. Because you too are peering out from behind your own door. You put yourself out there, trying to decide how much of the world to let in. It's all too easy for others to size you up, and carry on their way. They can see you more clearly than you ever could. And yours is the only vault you can't see into, that you can't size up in an instant. 

So we're all just exchanging glances, trying to tell each other who we are, trying to catch a glimpse of ourselves, feeling around in the darkness, longing for salvation.

Jumat, 27 November 2015

Sonder

Selamat malam...

Pernahkah anda berpikir bahwa bagi orang lain, anda tak lebih dari tokoh figuran dalam kehidupan mereka? Barangkali hanya sebagai wajah buram yang hanya muncul satu kali di stasiun, di ruang tunggu dokter gigi, di warung rokok pinggir jalan, di halte busway pukul 10 malam... Atau untuk melihatnya dengan cara lain, pernahkah anda mencoba mengamati bahwa orang-orang di sekitar anda—maksud saya, bukan cuma orang-orang dekat seperti teman atau keluarga, melainkan tokoh-tokoh random yang hanya muncul di background keseharian anda—juga menyimpan kisah unik dalam diri mereka masing-masing?

Inilah sebuah konsep yang dinamakan Sonder, yakni sebuah pemahaman bahwa orang lain juga memiliki kehidupan yang sama kompleksnya dengan kehidupan anda; dipenuhi dengan mimpi, ambisi, rutinitas, ketakutan personal, juga kesintingan bawah sadar yang barangkali juga anda miliki; sebuah epos kolosal, yang bergerak tanpa terlihat di sekeliling anda seperti lorong labirin yang bercabang tak terhingga di bawah tanah, berkelindan dengan ribuan kehidupan lain yang eksistensinya bahkan anda tidak sadari—dimana barangkali anda juga pernah bersinggungan dengan salah satu diantaranya—mungkin hanya sekali, sebagai figuran yang sedang minum kopi pada latar belakang kafe mungil di sudut jalan, atau sebagai wajah blur yang melintas sekejap di jalanan, tak ubahnya seperti tetes hujan yang turun di malam pekat: mungil, tak terlihat, namun eksis dan menyimpan berjuta alegori.

Anda akan terkejut pada bagaimana sepenggalan kisah pendek dari seorang yang benar-benar asing ternyata mampu mengungkap begitu banyak. Dan tiba-tiba saja, anda terbawa masuk ke dalam persepsi mereka. Orang itu tidak lagi menjadi wajah anonim. Dia tidak lagi merupakan karakter dua dimensi di latar belakang kehidupan anda. Dia mendekat pada anda, menyentuh senar empati anda. Dia mulai mendapatkan dimensi. Dia menjadi manusia.

Sesungguhnya saya tidak punya otoritas apapun dalam menentukan reaksi anda terhadap kisah-kisah yang anda dengar. Terserah apakah anda memilih bersikap skeptis, tergugah, tidak peduli, sedih, terinspirasi, atau menertawakan. Tapi kalau saya boleh menyarankan, cobalah untuk membuka hati anda terhadap masing-masing kisah tersebut, sebab hanya dengan begitulah kita mampu menatap langsung ke wajah kompleksitas kehidupan, atau kalau bukan begitu, minimal kita bisa belajar tentang nilai manusia, untuk setidaknya lebih sensitif dan tidak acuh terhadap segala yang kecil, remeh, dan tidak dihiraukan. Sebab saya percaya, dengan mengalami Sonder, kita menjadi lebih manusia.

Cobalah untuk menatap lebih dalam, cobalah untuk memahami betapa rapuh sekaligus tangguhnya konstruksi batin manusia. Lihat, dengar, rasakan. Dan untuk itu, saya ucapkan: selamat mencoba. Selamat mengalami Sonder.

Lost In A World So Small...

Imagine yourself, standing in front of the departure screen at an airport, flickering over with names of strange places, each representing one more thing you’ll never get to see before you die… as the arrow on your GPS map helpfully points out:  you are here.

You were lost at first, but soon began sketching yourself a map of the world. Parting the contours of your life, and like the first explorers, sooner or later you’ll have to contend with the blank spaces on the map. All the experiences you never had. The part of you still aching to know what’s out there…

Eventually these questions take on a way of their own, and began looming over your everyday life.

All the million doors you have to close in order to take a single step forward. All the things you’ve never done, and may never get around to do. All the risks, that may or may not be real. All the destinations that you didn’t buy a ticket to. All the lights you see in the distance that you can only wonder about. All the fantasies that stays dormant inside your head. Everything you have given up to be where you are right now. The questions that you wrongly assumed, or unanswerable.

It’s strange how little of the universe we actually get to see. Strange how many assumptions we have to make in order to get by—stuck in only one body, in only one place at a time… Strange how many excuses we’ve invented to explain why so much of life belong in the background. Strange that any of us could ever feel at home in such an alien world.

We sketch monsters on the map because we find their presence comforting. They guard the edge of the abyss, and force us to look away, so we can live comfortably in the known world (at least, for a little while). But if someone ever to ask you on your deathbed: “what was like to live here on earth?” perhaps the only honest answer would be: “I don’t know. I passed through once, but I’ve never really been there.”


Rabu, 25 November 2015

The Art of Talking Nonsense: Part 2

Girl: I’m having a vagina surgery
Boyfriend: I know
Girl: I love you
Boyfriend: I love you too

*after the surgery she wakes up and only dad is there*

Girl: where is my boyfriend
Dad: who do you think gave you the vagina
Girl: what


Senin, 23 November 2015

Book Review: Balthasar's Odyssey

Cover

“Tahun 1665... desas-desus menyebutkan tentang pertanda turunnya antikristus di tahun mendatang, dan dunia akan berakhir. Balthasar Embriaco, seorang akademisi dan pedagang barang antik bertolak dari tempat kelahirannya untuk mencari sebuah buku langka, yang barangkali saja, merupakan kunci penyelamatan atas dunia yang tengah dilanda kekalutan; sebuah kitab misterius karya Mazandarani yang dikatakan berisi nama Tuhan ke-100. Pencarian itu membawanya melewati negeri yang hancur, kota-kota yang terbakar, dan orang-orang pasrah yang menunggu kiamat. Perjalanan Balthasar mempertemukannya dengan rasa takut, kepalsuan, dan ketidakberdayaan. Namun ia juga menemukan cinta, kesetiaan, dan persahabatan ketika semua harapan seakan-akan pergi meninggalkannya.”

Dalam versi terjemahan Bahasa Indonesia, buku ini ditambahkan judulnya menjadi Balthasar's Odyssey: Nama Tuhan Keseratus", meskipun judul aslinya hanya "Balthasar's Odyssey". Entah apakah itu cuma akal-akalan penerbit supaya buku ini lebih memiliki nilai jual karena para pembaca Indonesia memang lebih tertarik dengan buku-buku dengan judul bombastis dengan sedikit aroma konspirasi didalamnya. Tapi yang jelas, perubahan judul tersebut sangat menyesatkan! Karena orang-orang malah jadi lebih fokus pada sub-plot kitab mistis gubahan Mazandarani yang dikatakan mengandung nama Tuhan yang keseratus, ketimbang esensi utama yang hendak disampaikan oleh Maalouf; yakni kultur dan identitas. Untunglah saya sudah membaca versi Bahasa Inggrisnya terlebih dahulu, sehingga tidak perlu tersesat dalam distorsi judul yang diubah itu. Jadi, sekali lagi saya tekankan: Kitab Mazandarani, Nama Tuhan yang keseratus, dan prediksi kiamat yang akan jatuh di tahun 1666 itu hanyalah instrumen plot! Catat!

Nah, kembali pada esensi; ketimbang
novel, Balthasar's Odyssey lebih menyerupai upaya penggalian akar identitas dunia modern yang persuasif dan nyaris subjektif. Dalam buku ini, Amin Maalouf bergerak melampaui kultur, keyakinan, dan sejarah dunia, dengan menggaris bawahi tentang bagaimana penekanan atas identitas personal, religi, atau etnis ternyata dapat membangkitkan sebuah kritik moral yang mendalam. 

Petualangan Balthasar Embriaco merupakan sebuah kombinasi antara kronik sejarah dan perspektif kritis atas kultur yang dituturkan dengan sangat fasih. Dengan menarasikan pergulatan yang terjadi antara kultur barat dan arab, Maalouf berhasil melihat sesuatu di balik
Clash of Civilization-nya Samuel Huntington. Kedua kultur tersebut masing-masing memiliki kontinuitas, sejarah, integritas, dan moralitasnya sendiri-sendiri, dan perjalanan Balthasar Embriaco itu sendiri merupakan pengejawantahan sempurna dari konfrontasi antara kedua kultur tersebut.

Melalui buku ini, Maalouf jelas membuktikan bahwa dirinya bukanlah seorang postkolonialis kemarin sore. Dengan penyampaian yang cerdas, runtun, penuh gairah, namun terkontrol, Amin Maalouf berhasil memberikan sebuah visi akan kohesi yang terperbarui dalam penelaahan identitas.

EMPAT SETENGAH bintang.
Not perfect, but worth the read.


Minggu, 22 November 2015

The Art of Talking Nonsense

Apa sih sebetulnya yang disebut common sense itu? Ini pertanyaan super serius, karena seringkali ketika gua menanyakan pendapat sederhana ke orang-orang di sekitar gua, seringnya malah dikasih jawaban yang nonsense, gak masuk akal. Akhirnya gua harus kembali bertanya sama mbah google.

Jadi inget buku lama karya Bergen Evans berjudul The Natural History of Nonsense. Ini handbook kocak khusus buat menjungkir-balikkan segala bentuk pikiran irasional yang kita sebut sebagai common sense. Gua gak akan cerita ini buku tentang apa, tapi menurut gua pribadi, ini buku mestinya jadi bacaan wajib untuk course pemikiran kritis.

Karena itulah mendadak muncul ide brilian di kepala gua: kita harus punya kamus nonsense! Gunanya apa? Ya untuk nge-counter orang-orang yang gak punya common sense itu, lah…

Nih versi gua:


Kurt Cobain
Definisi: Vokalis grup band Nirvana yang meninggal akibat overdosis shotgun.

Che Guevara
Definisi: Ernesto “Che” Guevara, dikenal juga sebagai El Che, adalah agen kaos dari Argentina.

Sphinx
Definisi: Makhluk mitologi berbadan batu, berkepala batu, dan bersayap batu. Pokoknya semuanya dari batu.

Buang-Buang Waktu
Definisi: Hal yang sekarang sedang anda lakukan (kerja kali, malah online).

DJ
Definisi: (Dikenal juga sebagai Disc Jockey) adalah seseorang yang tahu cara membuat playlist di iTunes

Browsing History
Definisi: Direktori di komputer anda yang paling sering dibersihkan.

Sasha Grey
Definisi: Saya tidak tahu itu siapa... atau kenapa dia bisa ada di browsing history saya...

Star Wars
Definisi: Bro! Star Wars brooooooo…! Serius gak tau?

Welcome
Definisi: Welcome adalah merk keset untuk lobi hotel atau pusat perbelanjaan.

Pacar (wanita)
Definisi: Seseorang yang kalau ditanya mau makan apa/dimana selalu menjawab “Gak tau, terserah kamu aja.”

Pacar (pria)
Definisi: Seseorang yang kalau dikasih jawaban “Gak tau, terserah kamu aja,” selalu merespon dengan “Kok terserah aku terus sih?!”

Becak
Definisi: Mode transportasi yang membuat anda merasa seperti sedang dikejar-kejar burung.

Turtleneck
Definisi: Turtleneck adalah sweater yang belum disunat.

Orang Gila
Definisi: Orang yang gagal nyaleg.

Caleg
Definisi: Orang yang gagal gila.

Matematika
Definisi: Pelajaran yang membuat anda percaya seakan-akan menghapal rumus menghitung luas trapesium akan berguna bagi kehidupan anda di masa depan nanti.

Psikologi
Definisi: Jurusan yang paling banyak dipilih oleh cewek-cewek cakep.

Komunikasi
Definisi: Jurusan yang paling banyak dipilih oleh cewek-cewek cakep dan cowok-cowok homo.

Hubungan Internasional
Definisi: Jurusan yang paling banyak dipilih oleh cowok-cowok yang pengen ngegebet anak komunikasi.

Ilmu Politik
Definisi: Jurusan yang paling banyak dipilih oleh orang-orang yang gagal masuk HI.

Kedokteran
Definisi: Jurusan yang paling banyak dipilih oleh orang-orang yang tulisannya jelek.

Farmasi
Definisi: Jurusan yang mempelajari cara membaca tulisan tangan anak kedokteran.

Alay
Definisi: Agama baru yang populer di kalangan remaja labil; nyembah pipa paralon.

Operasi Plastik
Definisi: Prosedur operasi untuk merubah orang bermuka jelek menjadi orang bermuka aneh.

Mencontek
Definisi: Belajar di saat ujian sedang berlangsung

Habib Rizieq
Definisi: Tokoh FPI (Front Pembela Islam) yang bila anda bertanya maka dia akan menjawab.

Tubeless
Definisi: Marga orang-orang batak yang berprofesi sebagai tukang tambal ban.

Vokalis
Definisi: Personil dari sebuah kelompok band yang merasa suaranya paling bagus.

Gitaris
Definisi: Personil dari sebuah kelompok band yang paling banyak gaya.

Bassist
Definisi: Personil dari sebuah kelompok band yang kurang jago main gitar tapi tetep pengen ngeband.

Drummer
Definisi: Personil dari sebuah kelompok band yang sebetulnya punya suara paling keren tapi bermuka kurang kece untuk jadi vokalis.

Keyboardist
Definisi: Personil dari sebuah kelompok band yang kemungkinan besar penyuka sesama jenis.

Manajer Band
Definisi: Personil yang bukan anggota band tapi merasa dirinya paling penting.

Indonesia
Definisi: Tempat dimana anak yatim dan kaum miskin diurus oleh negara dan negara diurus oleh orang-orang dungu.

Homoseksual
Definisi: Kelainan medis yang membuat jari kelingking tidak bisa menekuk.

Internet Explorer
Definisi: Piranti lunak Windows yang berfungsi untuk mengunduh Google Chrome atau Mozilla Firefox.

Kelimis
Definisi: keliatan miskin.

Popcorn
Definisi: Makanan ringan yang yang membuat hubungan anda dan pacar anda di dalam bioskop menjadi lebih harmonis.

Penjual Popcorn
Definisi: Orang yang peduli dengan keharmonisan hubungan anda (makanya dia jualan popcorn).

SIM
Definisi: Kependekan dari SIMSALABIM *sambil ngeluarin Rp20.000*

Copy/Paste
Definisi: Metode penulisan makalah deadline yang populer di kalangan mahasiswa.

Rhoma Irama
Definisi: Calon Presiden RI yang gagal menjadi calon presiden RI.

Smartphone
Definisi: Perangkat telepon pintar yang lebih pintar dari rata-rata penggunanya.

Tongsis
Definisi: Tongsis (tongkat narsis) adalah stick golf yang kurang efektif.

Kameha-meha
Definisi: Jurus imajiner dari kartun Dragon Ball yang pasti pernah anda coba praktekkan minimal sekali dalam hidup anda (ngaku aja, pernah kaaan).

Gucci
Definisi: Merk baju buatan Cina yang menjadi seragam resmi mbak-mbak ITC.

Skripsi
Definisi: Karya tulis ilmiah yang tujuan utamanya adalah menuh-menuhin perpustakaan fakultas.

Peta
Definisi: Representasi skematis area di mana anda nyasar.

SBY
Definisi: Musisi gagal yang nyambi presiden RI ke-6.


Huff…

*I am so clever that sometimes I don’t understand a single word of what I’m saying*


Sabtu, 21 November 2015

The brain is the most outstanding organ. It works for 24 hours, 365 days, right from the moment of your birth until you fall in love.


...hey there, my little sparrow :)

#Monolog 08


X:  What if the reason we can't walk through mirrors is because our reflection blocks us?

Y:  What if they're protecting us, though...

    What if they know that the other side is horrifying and painful and they're just trying to
    keep us from crossing over.

X:  I must be on the wrong side of the mirror then.

Y:  Maybe you're the reflection...


*ftw*

Jumat, 20 November 2015

Oke, jadi hari ini gua memutuskan untuk baca Fifty Shades of Grey


Itu buku emang udah ada di perpustakaan gua sejak entah kapan.

Gua ambil dari rak... liat-liat sampulnya... terus buka halaman random...

...langsung nemu paragraf beginian:

Christian Grey puts his thumb in my mouth. And then the other one. And then two more. "Wider," he said as he put in one more. "I bet you've never had this many thumb in your mouth." I hadn't.

*mikir* 

WHERE THE FUCK DID HE GET ALL THOSE THUMBS?!


*tutup buku. bakar.*

Just Another One-liner Story


Frankenstein enters a body building competition and finds that he has seriously misunderstood the objective.

Kamis, 19 November 2015

Tentang Kekosongan...

1.    Terdapat jauh lebih banyak kekosongan ketimbang materi di alam semesta: Sekitar 74% alam semesta merupakan “kekosongan,” atau yang para fisikawan sebut sebagai dark energy (energi gelap); 22% terdiri dari dark matter (materi gelap), partikel yang kita tidak bisa deteksi. Hanya 4% yang merupakan substansi baryonic, atau yang kita kenal sebagai materi.
2.    Bahkan materi itu sendiri sebagian besarnya terdiri dari kekosongan. Sederhananya, atom adalah gelembung kosong elektron, positron, dan neutron. Kepadatan materi hanyalah ilusi yang disebabkan oleh medan elektrik yang dipancarkan oleh partikel-partikel subatomik.
3.    Tetapi bahkan kekosongan mempunyai massa. Jumlah energi yang terdapat dalam dark matter sangatlah kecil; kira-kira terdapat 1 Kg dark energy dalam kubus kosong berukuran 500.000 mil.
4.    Lubang hitam bukanlah ‘lubang’ atau ‘kekosongan’, melainkan kebalikan dari kekosongan, karena lubang hitam merupakan konsentrasi massa terpadat yang kita ketahui di alam semesta.
5.    Angka ‘nol’ pertama kali digunakan dalam prasasti cuneiform dari 300 tahun sebelum masehi oleh bangsa Babylonia yang memakainya sebagai denominator. Konsep ‘nol’ dalam pemahaman matematis sendiri dikembangkan di India pada abad kelima.
6.    Jika sebuah angka dibagi dengan bilangan nol, maka hasilnya menjadi… nihil, kosong… bahkan bukan nol atau infinit, tidak ada apa-apa. Itu persamaan yang secara matematis tidak mungkin.
7.    Karya-karya seni di zaman pertengahan kebanyakan berupa lukisan rata dua dimensi, hingga di abad 15, ketika seorang arsitek dari Florence bernama Filippo Brunelleschi untuk pertama kalinya menggunakan teknik vanishing point, yakni titik dimana garis-garis paralel bertemu dan menyatu menuju kekosongan. Maka lahirlah teknik perpektif dalam seni lukis.
8.    Aristoteles pada suatu kali menulis, “Alam semesta membenci kekosongan.” Ketidaksukaan Aristoteles pada ‘kekosongan’, ditambah lagi dengan pengaruh pemikirannya dalam abad-abad mendatang mencegah berkembangnya konsep ‘nol’ di dunia barat sampai abad ke-13, ketika seorang bankir Italia menemukan bahwa bilangan ‘nol’ ternyata sangat berguna dalam transaksi finansial.
9.    Creatio ex nihilo, kepercayaan bahwa dunia diciptakan dari ketiadaan, merupakan tema yang paling umum ditemukan pada teks-teks religi dan mitologi.
10.  Teori-teori modern dewasa ini pada umumnya menekankan bahwa alam semesta berawal dari ‘keadaan vakum energi’, yaitu, kekosongan.
11.  Tetapi bagi para fisikawan, tidak ada yang namanya ‘kekosongan’. Ruang vakum berisi pasangan-pasangan ‘partikel’ dan ‘anti-partikel’ (dikenal juga sebagai partikel virtual), yang sejalan dengan hukum konservasi energi, terbentuk kemudian saling menghancurkan satu sama lain dalam waktu kurang dari sepersejuta nano detik.
12.  Jadi ternyata… Aristoteles selama ini benar…
13.  Partikel-partikel virtual yang muncul lalu hilang lagi itu menciptakan energi. Bahkan menurut mekanika quantum, energi yang terdapat dalam seluruh pembangkit listrik dan senjata nuklir di bumi bahkan tidak bisa menyamai energi virtual yang tersimpan pada spasi kosong antar kata dalam postingan ini.
14.  Jadi ternyata… Hemmingway selama ini benar… “bahkan omong kosong sekalipun memiliki kekuatan.”
15.  Dengan kata lain, ‘kekosongan’ bisa jadi merupakan kunci dari segalanya.

Petir yang Jatuh Dua Kali Di Tempat yang Sama

Pada suatu ketika petir jatuh dua kali di tempat yang sama. Mendapati bahwa yang pertama telah mengakibatkan cukup banyak kerusakan sehingga kehadirannya tidak lagi dibutuhkan.

Ia pun merasa sangat tertekan.

Sabtu, 14 November 2015

Six-Word Stories...

1.      “The smallest coffins are the heaviest.”








2.      “Goodbye mission control. Thanks for trying.”








3.      “One bullet is a lifetime supply.”








4.      “Cure found. Four months too late.”








5.      “Voyager still transmitted. But Earth didn’t.”








6.      “Cut wrist. Second thought. Too late.”








7.      “Introduced myself to mother again today.”








8.      “For sale, baby shoes, never worn.”








9.      “Strangers. Friends. Best friends. Lovers. Strangers.”








10.   “An only son. A folded flag.”








11.   “Hospital bed. Final kiss. Tears. Flatline.”








12.   “I met my soulmate. She didn’t.”








13.   “’Wrong number,’ says a familiar voice.”








14.   “’Just Married!’ Read the shattered windshield.”








15.   “He hit send, then a tree.”








16.   “We found our happy ending. Apart.”








17.   “New Start. New you. Not you.”








18.   “Jumped. Then I changed my mind.”








19.   “Ever seen chalk outline that small?”








20.   “10 years… still make coffee for two.”








21.   “Dad left. A flag came back.”








22.   “Paramedics finished his text, ‘…love you’”








23.   “The war for peace. No survivor.”








24.   “Our 50th anniversary. Table for one.”