A: Seandainya hidup ini
adalah kesedihan, maka ia adalah sesuatu yang menunda kesedihan dengan
kebahagiaan. Saat itu aku bangga sekali dengan cara Tuhan dalam membahagiakan
umat-Nya. Ia tak menjawab semua doaku. Ia cuma mengantarkanmu ke depanku. Saat itu
aku sadar, bahwa Ia berbicara padaku melalui kamu.
B: Ah, tetapi bukankah
Tuhan berbicara melalui banyak hal? Lewat setiap molekul... setiap gerakan...
ia berbisik di antara kata-kata yang kita ucapkan, mendaraskan setitik kebenaran
dalam tiap-tiap harap yang kita buat. Bukankah Tuhan ada dalam diri kita
masing-masing? Sebab aku melihat-Nya saat menatap ke dalam matamu... dan ketika
itulah aku percaya, bahwa kamu adalah jawaban dari setiap doa malamku.
Sungguh,
tak pernah sekalipun aku meragukan universalitas Tuhan, meskipun, untuk
menyebut namaNya aku bersujud dan engkau berlutut...