Senin, 14 Oktober 2013

Percakapan Pagi

A: Seandainya hidup ini adalah kesedihan, maka ia adalah sesuatu yang menunda kesedihan dengan kebahagiaan. Saat itu aku bangga sekali dengan cara Tuhan dalam membahagiakan umat-Nya. Ia tak menjawab semua doaku. Ia cuma mengantarkanmu ke depanku. Saat itu aku sadar, bahwa Ia berbicara padaku melalui kamu.

B: Ah, tetapi bukankah Tuhan berbicara melalui banyak hal? Lewat setiap molekul... setiap gerakan... ia berbisik di antara kata-kata yang kita ucapkan, mendaraskan setitik kebenaran dalam tiap-tiap harap yang kita buat. Bukankah Tuhan ada dalam diri kita masing-masing? Sebab aku melihat-Nya saat menatap ke dalam matamu... dan ketika itulah aku percaya, bahwa kamu adalah jawaban dari setiap doa malamku.

Sungguh, tak pernah sekalipun aku meragukan universalitas Tuhan, meskipun, untuk menyebut namaNya aku bersujud dan engkau berlutut...