“Terberai di
kota-kota berjauhan
sendiri
dan berlaksa
kita
bermain sebagai Adam
(atau
Hawa)
memberi
nama segala.
Di
lereng panjang malam hari
di
tapal batas dini hari
kita
mencari (masih kuingat) kata-kata
untuk
bulan, untuk maut, untuk pagi”
-Jose Luis Borges, 1974-