Kamis, 19 November 2015

Tentang Kekosongan...

1.    Terdapat jauh lebih banyak kekosongan ketimbang materi di alam semesta: Sekitar 74% alam semesta merupakan “kekosongan,” atau yang para fisikawan sebut sebagai dark energy (energi gelap); 22% terdiri dari dark matter (materi gelap), partikel yang kita tidak bisa deteksi. Hanya 4% yang merupakan substansi baryonic, atau yang kita kenal sebagai materi.
2.    Bahkan materi itu sendiri sebagian besarnya terdiri dari kekosongan. Sederhananya, atom adalah gelembung kosong elektron, positron, dan neutron. Kepadatan materi hanyalah ilusi yang disebabkan oleh medan elektrik yang dipancarkan oleh partikel-partikel subatomik.
3.    Tetapi bahkan kekosongan mempunyai massa. Jumlah energi yang terdapat dalam dark matter sangatlah kecil; kira-kira terdapat 1 Kg dark energy dalam kubus kosong berukuran 500.000 mil.
4.    Lubang hitam bukanlah ‘lubang’ atau ‘kekosongan’, melainkan kebalikan dari kekosongan, karena lubang hitam merupakan konsentrasi massa terpadat yang kita ketahui di alam semesta.
5.    Angka ‘nol’ pertama kali digunakan dalam prasasti cuneiform dari 300 tahun sebelum masehi oleh bangsa Babylonia yang memakainya sebagai denominator. Konsep ‘nol’ dalam pemahaman matematis sendiri dikembangkan di India pada abad kelima.
6.    Jika sebuah angka dibagi dengan bilangan nol, maka hasilnya menjadi… nihil, kosong… bahkan bukan nol atau infinit, tidak ada apa-apa. Itu persamaan yang secara matematis tidak mungkin.
7.    Karya-karya seni di zaman pertengahan kebanyakan berupa lukisan rata dua dimensi, hingga di abad 15, ketika seorang arsitek dari Florence bernama Filippo Brunelleschi untuk pertama kalinya menggunakan teknik vanishing point, yakni titik dimana garis-garis paralel bertemu dan menyatu menuju kekosongan. Maka lahirlah teknik perpektif dalam seni lukis.
8.    Aristoteles pada suatu kali menulis, “Alam semesta membenci kekosongan.” Ketidaksukaan Aristoteles pada ‘kekosongan’, ditambah lagi dengan pengaruh pemikirannya dalam abad-abad mendatang mencegah berkembangnya konsep ‘nol’ di dunia barat sampai abad ke-13, ketika seorang bankir Italia menemukan bahwa bilangan ‘nol’ ternyata sangat berguna dalam transaksi finansial.
9.    Creatio ex nihilo, kepercayaan bahwa dunia diciptakan dari ketiadaan, merupakan tema yang paling umum ditemukan pada teks-teks religi dan mitologi.
10.  Teori-teori modern dewasa ini pada umumnya menekankan bahwa alam semesta berawal dari ‘keadaan vakum energi’, yaitu, kekosongan.
11.  Tetapi bagi para fisikawan, tidak ada yang namanya ‘kekosongan’. Ruang vakum berisi pasangan-pasangan ‘partikel’ dan ‘anti-partikel’ (dikenal juga sebagai partikel virtual), yang sejalan dengan hukum konservasi energi, terbentuk kemudian saling menghancurkan satu sama lain dalam waktu kurang dari sepersejuta nano detik.
12.  Jadi ternyata… Aristoteles selama ini benar…
13.  Partikel-partikel virtual yang muncul lalu hilang lagi itu menciptakan energi. Bahkan menurut mekanika quantum, energi yang terdapat dalam seluruh pembangkit listrik dan senjata nuklir di bumi bahkan tidak bisa menyamai energi virtual yang tersimpan pada spasi kosong antar kata dalam postingan ini.
14.  Jadi ternyata… Hemmingway selama ini benar… “bahkan omong kosong sekalipun memiliki kekuatan.”
15.  Dengan kata lain, ‘kekosongan’ bisa jadi merupakan kunci dari segalanya.