1.
Terdapat jauh lebih banyak kekosongan ketimbang materi
di alam semesta: Sekitar 74% alam semesta merupakan “kekosongan,” atau yang
para fisikawan sebut sebagai dark energy (energi
gelap); 22% terdiri dari dark matter
(materi gelap), partikel yang kita tidak bisa deteksi. Hanya 4% yang merupakan substansi
baryonic, atau yang kita kenal
sebagai materi.
2.
Bahkan materi itu sendiri sebagian besarnya terdiri
dari kekosongan. Sederhananya, atom adalah gelembung kosong elektron, positron,
dan neutron. Kepadatan materi hanyalah ilusi yang disebabkan oleh medan elektrik
yang dipancarkan oleh partikel-partikel subatomik.
3.
Tetapi bahkan kekosongan mempunyai massa. Jumlah energi
yang terdapat dalam dark matter
sangatlah kecil; kira-kira terdapat 1 Kg dark
energy dalam kubus kosong berukuran 500.000 mil.
4.
Lubang hitam bukanlah ‘lubang’ atau ‘kekosongan’,
melainkan kebalikan dari kekosongan, karena lubang hitam merupakan konsentrasi
massa terpadat yang kita ketahui di alam semesta.
5.
Angka ‘nol’ pertama kali digunakan dalam prasasti cuneiform dari 300 tahun sebelum masehi
oleh bangsa Babylonia yang memakainya sebagai denominator. Konsep ‘nol’ dalam
pemahaman matematis sendiri dikembangkan di India pada abad kelima.
6.
Jika sebuah angka dibagi dengan bilangan nol, maka hasilnya
menjadi… nihil, kosong… bahkan bukan nol atau infinit, tidak ada apa-apa. Itu persamaan
yang secara matematis tidak mungkin.
7.
Karya-karya seni di zaman pertengahan kebanyakan
berupa lukisan rata dua dimensi, hingga di abad 15, ketika seorang arsitek dari
Florence bernama Filippo Brunelleschi untuk pertama kalinya menggunakan teknik vanishing point, yakni titik dimana
garis-garis paralel bertemu dan menyatu menuju kekosongan. Maka lahirlah teknik
perpektif dalam seni lukis.
8.
Aristoteles pada suatu kali menulis, “Alam semesta
membenci kekosongan.” Ketidaksukaan Aristoteles pada ‘kekosongan’, ditambah
lagi dengan pengaruh pemikirannya dalam abad-abad mendatang mencegah
berkembangnya konsep ‘nol’ di dunia barat sampai abad ke-13, ketika seorang
bankir Italia menemukan bahwa bilangan ‘nol’ ternyata sangat berguna dalam
transaksi finansial.
9.
Creatio ex
nihilo, kepercayaan bahwa dunia diciptakan dari ketiadaan, merupakan tema yang
paling umum ditemukan pada teks-teks religi dan mitologi.
10. Teori-teori
modern dewasa ini pada umumnya menekankan bahwa alam semesta berawal dari ‘keadaan
vakum energi’, yaitu, kekosongan.
11. Tetapi bagi
para fisikawan, tidak ada yang namanya ‘kekosongan’. Ruang vakum berisi
pasangan-pasangan ‘partikel’ dan ‘anti-partikel’ (dikenal juga sebagai partikel virtual), yang sejalan dengan
hukum konservasi energi, terbentuk kemudian saling menghancurkan satu sama lain
dalam waktu kurang dari sepersejuta nano detik.
12. Jadi ternyata…
Aristoteles selama ini benar…
13. Partikel-partikel
virtual yang muncul lalu hilang lagi itu menciptakan energi. Bahkan menurut
mekanika quantum, energi yang terdapat dalam seluruh pembangkit listrik dan
senjata nuklir di bumi bahkan tidak bisa menyamai energi virtual yang tersimpan
pada spasi kosong antar kata dalam postingan ini.
14. Jadi ternyata…
Hemmingway selama ini benar… “bahkan omong kosong sekalipun memiliki kekuatan.”
15. Dengan kata
lain, ‘kekosongan’ bisa jadi merupakan kunci dari segalanya.