Kamis, 28 Februari 2013

#Amrita 11.


aku selalu rindu menyamar batang-batang pohon, 
menanti langkahmu lewat tinggalkan harum 
dalam kemerisik daunan
:jejakmu yang tipis dihapus lembab embun

di busur langit berupaya menjadi 
matahari yang kau pandang sambil berlari, 
kuhimpun senyum manismu yang ditabur
:seperti biji-biji padi di tanah gembur para petani

habis-habisan kubentuk diriku menyerupai 
gunung tempat kakimu lincah mendaki, 
mengekalkan hangat jemarimu:
:meski sekujur tubuhku gemetar

aku rela menghampar sebagai rerumputan lembut, 
permadani yang menjagamu dari pepucuk duri, 
demi jalan setapak kecilmu
:sebelum langkahmu berhenti dan sirip-sirip awan menepi

malam bagimu tak pernah tua
di tengah lautan gemintang, tubuhmu perlahan luruh
kalau engkau seorang penakut, akan kubisikkan doa dan kata-kata yang menentramkan
selagi gelap, kita tak dapat bertukar pandang,
tapi aku yakin kau selalu cantik
seperti engkau yakin aku tak pernah jauh
telingamu masih mendengar detak kecil
:nada rindu dari jarak ribuan mil

aku ingin selalu menjadi selembar pagi 
yang menyaksikanmu bangkit dari mimpi, 
memandang gaun putih yang menari-nari di tubuhmu
:bulan pun bersandar dengan wajah pucat pasi

di punggung cakrawala kuubah diriku menjadi sekawanan 
burung yang bernyanyi tak henti-henti, 
hendak mengalahkan semua bunyi
:sepilihan kata yang menjadikanmu bidadari