aku
selalu rindu menyamar batang-batang pohon,
menanti langkahmu lewat tinggalkan harum
dalam kemerisik daunan
dalam kemerisik daunan
:jejakmu yang
tipis dihapus lembab embun
di busur langit berupaya menjadi
matahari yang kau pandang sambil berlari,
kuhimpun senyum manismu yang ditabur
:seperti
biji-biji padi di tanah gembur para petani
habis-habisan kubentuk diriku menyerupai
gunung tempat kakimu lincah mendaki,
mengekalkan
hangat jemarimu:
:meski sekujur
tubuhku gemetar
aku rela menghampar sebagai rerumputan lembut,
permadani yang menjagamu dari pepucuk duri,
demi jalan setapak kecilmu
:sebelum
langkahmu berhenti dan sirip-sirip awan menepi
malam
bagimu tak pernah tua
di
tengah lautan gemintang, tubuhmu perlahan luruh
kalau
engkau seorang penakut, akan kubisikkan doa dan kata-kata yang menentramkan
selagi
gelap, kita tak dapat bertukar pandang,
tapi
aku yakin kau selalu cantik
seperti
engkau yakin aku tak pernah jauh
telingamu masih
mendengar detak kecil
:nada rindu
dari jarak ribuan mil
aku
ingin selalu menjadi selembar pagi
yang menyaksikanmu bangkit dari mimpi,
yang menyaksikanmu bangkit dari mimpi,
memandang gaun putih yang menari-nari di tubuhmu
:bulan pun
bersandar dengan wajah pucat pasi
di punggung cakrawala kuubah diriku menjadi sekawanan
burung yang bernyanyi tak henti-henti,
hendak mengalahkan semua bunyi
:sepilihan kata yang menjadikanmu bidadari