Jumat, 15 Februari 2013

Lukisan


Seorang hiker tersesat di tengah-tengah hutan. Hari sudah mulai gelap ketika ia menemukan sebuah kabin reyot pada sebuah bukaan kecil di punggung bukit. Pintunya tak terkunci, dan ketika ia membukanya, tak ada siapa-siapa didalamnya.

Di dalam kabin itu hanya terdapat sebuah tempat tidur kecil. Kelelahan, hiker itu memutuskan untuk beristirahat menunggu matahari terbit dan berbaring di tempat tidur kecil tersebut. Tepat sebelum ia memejamkan mata, barulah ia sadar bahwa dinding kabin itu dipenuhi oleh lukisan-lukisan wajah yang menyeramkan. Lukisan-lukisan tersebut dilukis dengan detail yang sedemikian presisi, menggambarkan wajah-wajah mengerikan yang menatap hiker itu dengan sangat mengancam. Beberapa terpuntir sedemikian rupa, beberapa lainnya menyeringai dalam bukaan mulut yang agaknya terlalu lebar, menunjukkan gigi-gigi runcing yang sangat tidak manusiawi, sisanya bahkan tidak terlihat seperti manusia, melainkan makhluk-makhluk tak dikenal yang hanya bisa ditemukan dalam mimpi buruk paling mengerikan. Merasa semakin tidak nyaman, hiker itu memutuskan untuk membalikkan badan menghadap tembok, dan ditengah kelelahannya, ia pun jatuh tertidur dengan perasaan yang sangat tidak tenang.

Keesokan paginya, ia terbangun dengan kaget di atas sebuah tempat tidur asing, dengan sinar matahari menyorot ke wajahnya. Ia bangkit, dan sekonyong-konyong merasakan sensasi ketakutan yang dingin merayap di sepanjang tulang punggungnya. Ia melihat disekelilingnya, dan menemukan bahwa sesungguhnya tidak ada satupun lukisan di dinding...

...hanya jendela-jendela...