Seorang hiker
tersesat di tengah-tengah hutan. Hari sudah mulai gelap ketika ia menemukan
sebuah kabin reyot pada sebuah bukaan kecil di punggung bukit. Pintunya tak
terkunci, dan ketika ia membukanya, tak ada siapa-siapa didalamnya.
Di dalam kabin itu
hanya terdapat sebuah tempat tidur kecil. Kelelahan, hiker itu memutuskan untuk
beristirahat menunggu matahari terbit dan berbaring di tempat tidur kecil
tersebut. Tepat sebelum ia memejamkan mata, barulah ia sadar bahwa dinding kabin
itu dipenuhi oleh lukisan-lukisan wajah yang menyeramkan. Lukisan-lukisan
tersebut dilukis dengan detail yang sedemikian presisi, menggambarkan
wajah-wajah mengerikan yang menatap hiker itu dengan sangat mengancam. Beberapa
terpuntir sedemikian rupa, beberapa lainnya menyeringai dalam bukaan mulut yang
agaknya terlalu lebar, menunjukkan gigi-gigi runcing yang sangat tidak
manusiawi, sisanya bahkan tidak terlihat seperti manusia, melainkan makhluk-makhluk
tak dikenal yang hanya bisa ditemukan dalam mimpi buruk paling mengerikan. Merasa
semakin tidak nyaman, hiker itu memutuskan untuk membalikkan badan menghadap
tembok, dan ditengah kelelahannya, ia pun jatuh tertidur dengan perasaan yang
sangat tidak tenang.
Keesokan paginya, ia
terbangun dengan kaget di atas sebuah tempat tidur asing, dengan sinar matahari
menyorot ke wajahnya. Ia bangkit, dan sekonyong-konyong merasakan sensasi
ketakutan yang dingin merayap di sepanjang tulang punggungnya. Ia melihat
disekelilingnya, dan menemukan bahwa sesungguhnya tidak ada satupun lukisan di dinding...
...hanya jendela-jendela...
...hanya jendela-jendela...