semestinya
biji-bijiku tumbuh di tamanmu:
merah seperti
cinta, belia seperti kerinduan yang membuka mata
bulan
bundar seperti mimpi yang sedang mekar
seekor
anjing menyalak, tapi langit seperti beranjak
burung-burung
putih pun meninggalkan doa mereka di dedaunan
hujan telah mencipta dua telaga
untukku, telaga yang kau
ziarahi setiap purnama, dan telaga
yang mengundang
kunang-kunang saat gerhana...
malam
jadi merah dan kelopak langit pun terbuka
tapi
sepasang malaikat turun dari sana
menjelma
gerimis ungu yang menepis kupu-kupu dari mimpiku