kaukah
malaikat itu
yang ratapi hujan di sudut kenangan
akhir waktu bagai kamar hotel setua debu
dan aroma mawar liar di jendela
akan selalu jadi pengingat
demi menuntaskan hausmu pada perjalanan
dan melunaskan rinduku pada kelahiran
penyair-penyair lahir dari batu nisan
menangis berhiba hati di hadapan wajah-wajah renta
(selamat malam kefanaan
sang pengemis telah menjual kata-kata
pada jiwa yang lapar)
yang ratapi hujan di sudut kenangan
akhir waktu bagai kamar hotel setua debu
dan aroma mawar liar di jendela
akan selalu jadi pengingat
demi menuntaskan hausmu pada perjalanan
dan melunaskan rinduku pada kelahiran
penyair-penyair lahir dari batu nisan
menangis berhiba hati di hadapan wajah-wajah renta
(selamat malam kefanaan
sang pengemis telah menjual kata-kata
pada jiwa yang lapar)