Kamis, 10 Januari 2013

#Imaginarium


Di surga, orang tak butuh tentara dan agama.

Surga itu sifatnya metaforis. Yakni nama bagi impian manusia akan sebuah entropi dimana manusia tidak bisa lagi berdialektika lebih lanjut untuk mendefinisikan hasrat yang lebih tinggi. Dengan kata lain: MENTOK.

Yang membedakan militer dengan agama hanya cara kerjanya; militer menggunakan agresi untuk pemenuhan hasrat. Namun ketika hasrat itu tercapai, maka muncul hasrat lain yang selanjutnya harus dipenuhi kembali menggunakan agresi. Ini tidak lebih dari sekedar kegiatan memanufaktur hasrat.

Di sisi lain agama berupaya membatasi hasrat menggunakan dogma-dogma, nilai baik-buruk yang mengajarkan pada manusia hasrat mana yang boleh ia kejar dan mana yang tidak, dengan menggunakan propaganda yang dikemas dalam jubah kesakralan. Agama lantas mengekang impian manusia akan hasrat yang lebih tinggi. Hasilnya adalah kesadaran palsu, persis seperti para proletar dalam belenggu sistem kapitalistik.

Lantas apa persamaan militer dan agama?

“Keduanya tidak dibutuhkan manakala kedamaian telah tercapai dan penderitaan tak ada lagi.”

Di surga, orang tidak butuh tentara dan agama.