Minggu, 13 Januari 2013

Tentang Tikus Kecil dan Kucing Kecil...


Alkisah hiduplah seekor tikus kecil yang sangat kelaparan dan ingin memakan keju secuil yang ada dalam dapur mungil di dalam rumah mungil-imut itu. Maka pergilah si tikus kecil ke dapur mungil untuk mengambil keju secuil. Tapi ternyata datang seekor kucing kecil dari arah seberang dan si tikus kecil itu jadi sangat ketakutan lantas kabur dan tak bisa mengambil keju secuil dari dapur mungil tersebut.

Kemudian si tikus kecil mengangankan apa yang harus dilakukan untuk mengambil keju secuil dari dapur mungil itu dan dia berpikir lalu berkata: aku tahu, aku akan menaruh piring kecil dengan sedikit susu dan si kucing kecil akan meminum susu itu karena kucing-kucing kecil doyan sekali susu. Kemudian saat kucing kecil itu meminum susu dan tak memperhatikan, aku akan pergi ke dapur mungil itu dan mengambil keju secuil dan memakannya. Ide yang saaangat baik—si tikus kecil membatin.

Maka pergilah dia mencari susu tapi ternyata susu itu ada di dapur mungil dan saat tikus kecil ingin pergi ke dapur datanglah si seekor kucing kecil dari arah seberang dan si tikus kecil itu jadi sangat ketakutan lantas kabur dan tak bisa membawa lari susunya.

Kemudian si tikus kecil kecil mengangankan apa yang harus dilakukan untuk mengambil susu dari dapur mungil itu dan dia berpikir lalu berkata: aku tahu, aku akan melempar sepotong ikan jauh-jauh dan si kucing kecil akan berlari memakan ikan sepotong itu karena kucing-kucing kecil doyan sekali ikan. Kemudian saat si kucing kecil memakan ikan sepotong itu dan tak memperhatikan, aku akan pergi ke dapur mungil itu dan mengambil susu. Ide yang saaangat baik—si tikus kecil membatin.

Maka pergilah dia mencari ikan sepotong tapi ternyata ikan itu ada di dapur mungil dan saat tikus kecil ingin pergi ke dapur datanglah si seekor kucing kecil dari arah seberang dan si tikus kecil itu jadi sangat ketakutan lantas kabur dan tak bisa membawa lari ikan sepotong itu.

Lantas si tikus kecil melihat bahwa keju secuil, susu, ikan sepotong, serta segala sesuatu yang dia inginkan ada di dalam dapur mungil itu dan dia tak bisa kesana sebab si kucing kecil tak memperbolehkannya. Kemudian, sambil frustrasi si tikus kecil berteriak “Cukup!” lalu dia mengambil senapan mesin dan menembaki si kucing kecil dan pergi ke dapur mungil itu lalu melihat bahwa ikan sepotong, susu, serta keju secuil itu sudah membusuk semuanya dan tak bisa dimakan lagi. Maka dia kembali ke tempat kucing kecil itu tergeletak lalu mengirisnya kecil-kecil dan membakarnya dengan lezat. Lantas dia mengundang semua temannya dan mereka berpesta dan memakan kucing kecil bakar itu sambil menyanyi, menari, dan hidup bahagia selama-lamanya.
...
...
...
Demikianlah akhir kisah ini. Saya ingatkan kepada anda bahwa pembagian teritori antar negara hanya berguna untuk menggolongkan kejahatan “ekonomi pasar global” serta memberi makna bagi peperangan. Jelas paling tidak ada dua soal yang mengatasi masalah perbatasan; pertama adalah kejahatan yang disamarkan sebagai modernitas dan yang menyebarkan derita dalam skala dunia; lainnya adalah harapan agar rasa malu muncul saat seseorang meleset irama langkah dansanya dan bukan saat tiap kali kita bercermin. Untuk mengakhiri yang pertama dan memajukan yang kedua kita hanya perlu berjuang dan menjadi lebih baik. Sisanya akan akan ikut dengan sendirinya dan menjadi apa yang umumnya mengisi perpustakaan serta museum-museum. Tak penting untuk menguasai dunia, cukuplah membuatnya baru saja...


“...dan ketahuilah, bahwa untuk bercinta, ranjang itu hanyalah dalih; untuk berdansa, musik itu cuma hiasan; untuk berjuang, nasionalisme hanyalah kecelakaan situasi belaka.”


Tabik, semoga anda sehat selalu.