seberapa hitam
langit
ketika kau
merebahkan mata
di kucuran hujan
dan tamparan
angin
juga tatapan bulan
yang dingin
terbang sudah
geliat cemas yang
kau lempar
ke liang-liang
udara
bukankah setiap
marah itu yang ingin kau bungkus
bersama kulit
matahari?
agar ia meleleh
agar aku menoleh
(dan kau
menari lagi)