Belakangan,
saya berhenti bertanya-tanya tentang mengapa tuhan belum juga memberikan apa
yang saya minta, dan mencoba untuk mengingat tentang apa-apa yang telah tuhan
berikan tanpa saya perlu meminta. Saya menghargainya. Sungguh. Terima kasih.
Belakangan,
saya juga berhenti bertanya tentang dimana tuhan berada ketika saya sedang
butuh-butuhnya, dan mencoba mengingat tentang bagaimana dia ada dimana-mana, di
dalam diri saya, pada darah yang mengalir dalam nadi saya, di sekeliling saya,
atas bawah, kanan kiri, luar dalam, setiap langkah, setiap jejak, setiap guratan
kata, setiap tarikan nafas... Dia menyertai. Dia mencintai. Saya menghargainya.
Sungguh. Terima kasih.
Tapi
belakangan ini juga, saya baru menyadari; bahwa tuhan, dan cintanya, telah
memangsa saya. Berulang kali...
...dan saya tidak tahu apakah
saya harus berterima kasih untuk itu...