1.
Dengan teliti pilihlah seorang
teknokrat, seorang oposan yang bertobat, seorang usahawan garda depan, seorang
koboi serikat kerja, seorang pemilik bisnis properti, seorang kontraktor,
seorang pakar seni komputer, seorang intelektual “cerdas”, seperangkat TV,
radio, dan partai resmi. Masukkan campuran ini dalam toples dan beri label: “Modernitas”.
2.
Ambil seorang buruh tani, seorang
petani gurem, seorang pengangguran, seorang buruh industri, seorang guru tanpa
sekolah, seorang ibu rumah tangga yang tak puas, seorang penuntut kawasan
hunian dan jasa pelayanan, sedikit sentuhan pers yang jujur, seorang mahasiwa,
seorang homoseksual, seorang anggota oposisi rezim. Pisahkan mereka sebisa
mungkin. Masukkan dalam toples dan beri label: “Anti-Indonesia”.
3.
Ambil seorang gadis adat Indonesia,
terserah dari mana saja. Pisahkan hasil kerajinannya lalu potret gadis itu. Masukkan
hasil kerajinan berikut fotonya ke dalam toples dan beri label: “Tradisi”.
4.
Taruh gadis adat itu ke dalam toples
lainnya, pisahkan dan beri label: “Sampah”. Jangan lupa cuci kuman setelah yang
satu ini.
5.
Nah, sekarang bukalah sebuah toko dan
gantungkan plang besar bertuliskan: “Indonesia
1998-2013. Obral Besar-Besaran Abad Ini”.
6.
Senyum ke arah kamera. Pastikan tata
riasmu menutupi kantung mata dan bulatan hitam di bawah mata akibat mimpi buruk
yang dihadirkan proses tadi. Catatan: siapkan selalu polisi, tentara, serta
tiket pesawat ke luar negeri. Barang–barang ini sewaktu-waktu bisa saja
dibutuhkan.
Cukup sekian untuk sekarang.
Demi kesehatan, dan semoga semua warna bersinar.
N.B. Kelabu. Hijau ini melukai, seakan-akan ia ingin berubah merah.
Cukup sekian untuk sekarang.
Demi kesehatan, dan semoga semua warna bersinar.
N.B. Kelabu. Hijau ini melukai, seakan-akan ia ingin berubah merah.