Detik ini berarti karena ia adalah detik ini. Kita
tidak bisa menyeretnya hanya karena kita begitu terikat dengan keindahannya. Ia
hanya akan tetap berarti kala kita membiarkannya lewat. Apa adanya. Manusia yang
hidup tahu bahwa ketidaksabaran hanya akan membuatnya merencanakan masa depan secara
tidak alami. Menjadikan detik-detik berharga tadi usang, dan menghabiskan sisa
hidup mereka untuk menghiasi keusangan itu dengan paksa, menjadikannya kain
perca, buruk dan tak berguna, namun begitu berat untuk ditinggalkan.
Manusia tidak didesain untuk terikat pada apapun. Jangan
pernah takut mencicipi kebebasan. Jangan pula memanipulasi kebebasan. Buat semua
detik baru. Dan berharga. Gapai momentum yang hadir, karena begitu ia lewat ia
tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan
membawa Anda kemana-mana. Kenangan hanyalah batu-batu di antara aliran sungai.
...dan anda seharusnya menjadi arus. Bukan batu.