dari
sini, pernah dilepas matahari ungu yang kusangka milikku, tapi tidak.
lalu harum setanggi merebak, dan kerang-kerang terbang mengucap salam
pada ombak-ombak merah yang tengadah.
sesudah itu, lega, mungkin juga legam
dan aku melebur bersama biji-biji bianglala yang menggerimisi sungai:
ungu waktu subuh, kuning kala siang, jingga ketika senja
tapi aku tak bahagia, sebab ini akan binasa
selamat tidur wahai bibit-bibit cahaya, juga kembaranku
yang durhaka...
di matamu yang tak lagi terbuka, anjing dan kucing meminta
lalu, peziarah yang tersesat akan mengingatmu bagai sekuncup bunga yang
mekar di batas surga. Dimana luka, suka, dan bunga tak perlu lagi diberi nama
lalu harum setanggi merebak, dan kerang-kerang terbang mengucap salam
pada ombak-ombak merah yang tengadah.
sesudah itu, lega, mungkin juga legam
dan aku melebur bersama biji-biji bianglala yang menggerimisi sungai:
ungu waktu subuh, kuning kala siang, jingga ketika senja
tapi aku tak bahagia, sebab ini akan binasa
selamat tidur wahai bibit-bibit cahaya, juga kembaranku
yang durhaka...
di matamu yang tak lagi terbuka, anjing dan kucing meminta
lalu, peziarah yang tersesat akan mengingatmu bagai sekuncup bunga yang
mekar di batas surga. Dimana luka, suka, dan bunga tak perlu lagi diberi nama